Isna Marifa is an Indonesian bilingual author whose work explores humanity, nature and spirituality. Her book Sapaan Sang Giri, published in English as Mountains More Ancient, was shortlisted for the 2025 Chommanard International Women’s Literary Award. It tells the story of enslaved workers taken from the Indonesian islands to South Africa in the 18th century. She also translated Putu Oka Sukanta’s poetry for Loving You: Poems for Indonesia. Her latest book, Soedjatmoko, Revolusi dan Renaisans Bangsa, is a reimagined memoir of her father, an influential Indonesian intellectual and diplomat who represented the young republic at the UN security council to win recognition of Indonesia’s sovereignty.
Isna Marifa adalah penulis dwibahasa asal Indonesia yang karya-karyanya menjelajahi tema kemanusiaan, alam, dan spiritualitas. Bukunya, Sapaan Sang Giri, yang terbit dalam bahasa Inggris dengan judul Mountains More Ancient, masuk daftar pendek Chommanard International Women’s Literary Award 2025. Buku ini mengisahkan para pekerja yang diperbudak dan dibawa dari kepulauan Indonesia ke Afrika Selatan pada abad ke-18. Ia juga menerjemahkan puisi-puisi Putu Oka Sukanta untuk Loving You: Poems for Indonesia. Buku terbarunya, Soedjatmoko, Revolusi dan Renaisans Bangsa, adalah memoar yang ditulis ulang tentang ayahnya, seorang intelektual dan diplomat Indonesia berpengaruh yang mewakili republik muda itu di Dewan Keamanan PBB untuk memperjuangkan pengakuan atas kedaulatan Indonesia.












































