Dr Gabriel Possenti Sindhunata, SJ, widely known as Sindhunata, is an Indonesian novelist, journalist, cultural thinker, and Jesuit priest. His landmark novel, Anak Bajang Menggiring Angin, first published in 1983 and now translated into English as Anak Bajang Herds the Wind, published in 2026, is regarded as a contemporary classic of Indonesian literature. Drawing on Javanese retellings of the Ramayana, the novel weaves poetry, myth, philosophy, and spiritual reflection into a visionary meditation on passion, remorse, grace, and the human struggle for meaning. He is also associated with BASIS, a Yogyakarta-based magazine focused on culture and social thought, and across fiction, poetry, philosophy, journalism, and cultural commentary, his work has helped shape one of Indonesia's most distinctive literary and intellectual voices.
Dr Gabriel Possenti Sindhunata, SJ, yang lebih dikenal sebagai Sindhunata, adalah novelis, jurnalis, pemikir budaya, dan imam Jesuit asal Indonesia. Novel monumentalnya, Anak Bajang Menggiring Angin, pertama kali terbit pada 1983 dan kini diterjemahkan ke bahasa Inggris sebagai Anak Bajang Herds the Wind, terbit pada 2026, dianggap sebagai karya klasik kontemporer sastra Indonesia. Berpijak pada penceritaan ulang Ramayana versi Jawa, novel ini merajut puisi, mitos, filsafat, dan renungan spiritual menjadi meditasi visioner tentang gairah, penyesalan, rahmat, dan pergulatan manusia mencari makna. Ia juga dikenal terkait dengan BASIS, majalah berbasis di Yogyakarta yang berfokus pada budaya dan pemikiran sosial, dan lintas fiksi, puisi, filsafat, jurnalisme, serta komentar budaya, karyanya telah turut membentuk salah satu suara sastra dan intelektual paling khas di Indonesia.






































