Luna Vidya is an Indonesian theater performer, poet, and documentary filmmaker. Focusing on social, political, and cultural issues relevant to Eastern Indonesia, women, and marginalized urban communities, her theatrical works are deeply inspired by the complexities of social realities in the region. Through creative mediums such as theater, poetry, and documentary film, Luna has conveyed important messages and offered profound insights into the challenges faced. Born and raised in Jayapura, Papua, where she completed her secondary education, Luna believes in the importance of exploring controversial or taboo themes, issues that may be considered sensitive yet are essential to address. Her approach opens space for constructive dialogue and meaningful positive change. At the Sorong Literary Festival 2025, Luna will launch her poetry collection Ini Sa Suda, fragments of memory for the land she will always call home: Papua.
Luna Vidya adalah penampil teater, penyair, dan pembuat film dokumenter asal Indonesia. Ia banyak menyoroti isu sosial, politik, dan budaya yang berkaitan dengan Indonesia Timur, perempuan, serta komunitas urban yang terpinggirkan. Karya-karya teaternya terinspirasi oleh kompleksitas realitas sosial di wilayah tersebut. Melalui medium kreatif seperti teater, puisi, dan film dokumenter, Luna menyampaikan pesan penting sekaligus menawarkan wawasan mendalam tentang berbagai tantangan yang ada. Lahir dan besar di Jayapura, Papua, tempat ia menyelesaikan pendidikan menengahnya, Luna meyakini pentingnya menggali tema-tema kontroversial atau tabu, isu-isu yang mungkin dianggap sensitif tetapi tetap perlu dibicarakan. Pendekatannya membuka ruang untuk dialog yang konstruktif dan perubahan positif yang bermakna. Pada Sorong Literary Festival 2025, Luna akan meluncurkan kumpulan puisinya Ini Sa Suda, fragmen kenangan untuk tanah yang akan selalu ia sebut rumah: Papua.